Monday, 19 February 2018

Re-write tanya jawab seputar perkuliahan, teknik sipil, dan ITB (part 2)




11. Mata kuliah yang menurut kakak paling susah di takhlukan di teknik sipil ada ga?


Mata kuliah yang agak sulit menurut saya adalah Beton Prategang. Beton prategang ini memang perhitungannya lebih kompleks daripada beton beton bertulang biasa. Tetapi ini sangat menarik, karena beton prategang ini banyak digunakan untuk struktur dengan bentang panjang, contohnya balok girder jembatan layang bentang 30 m.

12. Mahal ga ka, biaya hidup di sekitar ITB?

Mahal atau tidaknya biaya hidup tergantung gaya hidup. Kalau biaya makan sehari-hari sekitar kampus tidak mahal kok, kisaran 10 ribu sampai 20 ribu. Kalau kos-kosan tergantung fasilitas, pandai-pandai mencari saja sesuai keuangan. Sebagai gambaran, waktu kuliah saya menghabiskan biaya sekitar 1,5 juta perbulannya dengan rincian 500 ribu untuk kos, dan 1 juta untuk biaya hidup.

13. Kak, pas udah masuk teknik sipil masih ada mata kuliah yang ada kimia nya gitu ga?

Mata kuliah kimisa di pelajari ketika semester 1 dan 2 saja. Setelah melewati tahap TPB, dan masuk jurusan teknik sipil di semester 3. belajar tentang kimia sudah tidak ada, mungkin hanya sedikit menyinggung nama bahan kimi untuk pembuatan semen (hanya itu).

14. Perhitungan-perhitungan di teknik sipil kayak matematika sama fisikanya ribet ga kak?

Hmm, awal-awal tidak ribet kok. Tapi kalau udah masuk semester-semester akhir, ribet hitungannya.

15. Di ITB katanya banyak beasiswa ya kak?

Iya, banyak kok. Asalkan kita rajin untuk mengurusa persyaratannya dan mendaftar beasiswanya.

16. Jurusan yang banyak peminatnya di FTSL? sama tips nya dong kak buat yang mau masuk teknik sipil?

Di FTSL, jurusan yang banyak peminatnya adalah teknik sipil. Tipsnya: usaha + do'a= sukses.

17. Kak, anak-anak itb individuali gitu ga sih?

Mungkin ada anak itb yang individualis, tapi tidak semuanya. Masih banyak kok teman-teman yang tidak individualis alias mau berbagi. Tetapi, kalau berbagi jawaban saat ujian itu baru tidak boleh.


18. Kak bagi tips-tips sukses dapat nilai bagus dong di ITB


Disini ada tips sukses dapat nilai bagus nih, tips-sukses-akademik-selama-di_kuliah

19. Ka, kan abis tpb ada pemilihan jurusan tuh, nah biar masuk ke jurusan yang kita mau tuh berdasarkan ipk atau apa?

Prosesnya begini, misalkan jumlah mahasiswa FTSL 450 orang, mahasiswa FTSL yang minta sipil ada 300 orang, kuota jurusan sipil 160 orang, nah dari 300 orang yang minat sipil tadi di ranking IPK nya. Misalkan, aku masuk 160 orang teratas dari peminat tersebut, maka aku di terima di pilihan pertamaku teknik sipil. Tapi kalu ternyata aku rangking 161, jadi aku masuk ke jurusan pilihan ku misalkan teknik lingkungan.


20. Bener ga sih kak, perkuliahan di ITB itu berat?


"Kuliah di ITB itu berat, kamu ga akan kuat, biar aku saja", By : DILAN-da ketakutan. Wkwk, bercanda.

Kalau boleh jujur, ya berat. Tapi meskipun berat buktinya banyak kok orang yang sukses menjalani perkuliahan di ITB. Yang penting tetap berusaha, berikan usaha terbaik selama berkuliah,







Re-write, tanya jawab seputar perkuliahan, teknik sipil dan ITB (part 1)




Kali ini aku sengaja re-write tentang tanya jawab seputar kampus ITB, teknik sipil dan kehidupan perkuliahan, karena postingannya sudah tenggelam. Pertanyaan dan tanya jawab ini bersumber dari akun ask.fm aku di link ini ask.fm/AnnisaWisdayati (bisa di klik linknya).



1. Kak mau nanya dong, jurusan teknik sipil itu belajar apa aja? Lebih ke fisika ya kak?


Di Sipil itu belajarnya aja bisa baca di link ini ya " jurusan teknik sipil itu apa?" . Secara garis besar ilmu teknik sipil itu banyak belajar Fisikanya. Tapi nggak semua ilmu fisika, hanya yang Mekanika saja.



2. Kalau jurusan yang ada di itb, yang belajar tentang kimia tuh apa aja sih kak?


- Farmasi
- Teknik Lingkungan
- Rekayasa Infrastruktur Lingkungan
- Teknik Kimia
- Rekayasan Hayati (ini aku tidak tahu persis)

3. Kesulitan apa aja yang pernah kakak alamin selama di teknik sipil itb?

Saya ingin bilang ini sebagai tantangan sih, bukan kesulitan
- Manajemen waktu. kita harus punya waktu untuk diri sendiri, keluarga, akademik dan oraganisasi. Jadi ya harus pandai-pandai disini menetapkan porsinya. Kalau bisa kita harus bisa produktif, biar cv nya bagus.
- Materi di semester akhir di teknik sipil itu semakin menarik, tapi semakin sulit
- Kadang-kadang,  Sabtu Minggu ada dosen yang minta kuliah pengganti
- Banyak Tugas, dan kadang bikin stress, Ya tapi ini ajang kita untuk melatih diri bekerja di bawah tekanan.

4. Menurut kakak susah tidak untuk survive di FTSL?


- Menurut saya tidak susah, asalkan kita mau berusaha, dan belajar yang benar selama di kampus, insha Allah survive kok. Soalnya jika kita dapat di terima di ITB, idealnya jika kita belajarnya benar insya Allah kita akan survive kok.


5. Fisika yang ada di teknik sipil, banyak rumus-rumusnya gitu tidak kak, kayak di SMA?


Nggak kayak SMA kok. Rumus dasarnya ya materi mekanika, seperti Sigma F = 0, Sigma Momen sama dengan nol.


6. Assalamu'alaikum kak, kalau masuk ITB jurusan teknik sipil sulit tidak ya?


Waalaikum salam, jika kita mempersiapkannya diri belajar dengan baik, dan belajarnya sudah jauh-jauh hari insya Allah tidak akan sulit.


7. Dulu masuk itb lewat jalur snmptn undangan apa sbmptn ka? kalo lewat snmptn dulu rata-rata nilai rapor kakak berapa?

Alhamdulillah saya diterima lewat jalur snmptn undangan. Nilai rata-rata rapor saya sekitar 85.

8. Saya pernah denger nih kak, bener ga sih kalau orang-orang di ftsl rada nyantai gitu ga seambis di STEI/FTI? 

Banyak orang yang bilangnya sih gitu jika di nilai secara generalral, tapi menurut saya personal anak FTSL ada banyak juga anak FTSL yang ambis. Anak STEI itu ada juga yang terlihat nyantai, tapi tau-tau nilainya dewa.

9. Hal-hal menarik yang pernah kakak alamin selama di teknik sipil / pas masih TPB

Pas TPB
- Olahraga 6 keliling SARAGA
- Belajar Gambar Teknik
- Tiduran di Perpus
- Jadwal yang teratur

Pas di Sipil
1. Ospek jurusan
2. Kepanitiaan wisuda
3. Pulang dari Laboratorium Mekanika Tanah jam 12 malam
4. Menginap di kampus untuk mengerjakan tugas
5. Tugas akhir design berkelompok
6. Bersahabat dengan Nci dan Ica beserta kechaosan tugas-tugas.

10. Kak, alasan kenapa milih masuk teknik sipil. Karena passion atau apa gitu?

Saya memilih teknik sipil karena passion. Dari kecil saya memang sudah suka dan penasaran sekali tentang infrastruktur dan gedung-gedung pencakar langit. Ketika saya smp, Padang dilanda gempa, banyak gedung yang hancur dan banyak korban. Disitu mendorong saya semakin ingin tahun tentang sipil, terlintas di benak saya, bagaimana cara membangun struktur yang tahan gempa? semuanya terjawab saat saya kuliah di teknik sipil.
















Daftar Lagu Jepang Yang Recommended



5 Tahun terakhir saya senang mendengarkan lagu Jepang, itupun karena sering mendengarkan lagu jepang dari playlist seorang teman. Di  postingan ini saya ingin berbagi tentang playlist lagu Jepang yang sekiranya menurut saya bagus:

1. Sen No Yoru Wo Koete - Aqua Timez

Lagu ini merupakan salah satu Ost, nya Bleach. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang begitu lama mengamgumi seseorang yang ia sukai. Mungkin ia sudah lama menyimpan perasaannya, yang saat itu dia pikir dia harus menyatakannya. 

2. Alone - Aqua Timez

Saya menyukai lagu ini dikarenakan menurut saya lagunya sangat puitis dan penuh makna. Saya sering mengutip terjemahan lagu-lagu aqua timez untuk di jadikan caption dari postingan instagram saya (@annisa_wisdayati) . Terjemahan lirik lagu ini yang sering saya gunakan adalah 
"Sayap pucap yang patah, kau hanya sedikit lelah dengan langit yang terlalu biru"
itu semua karena saya senang mengupload potret langit ketika sedang biru-birunya. Terus adalagi terjemahan yang aku suka dari lirik lagu ini 
"Saat kita melihat ke atas, sedikit terlalu silau ya. Saat kau menunduk seolah kau tenggelam, tanah yang kering menghisap semua air matamu"

3. Ai No Uta - Mai Fukui

Lagu ini adalah salah satu film Jepang berjudul Ost.nya Koizora, film yang mengusung cerita tentang percintaan dua remaja di bangku SMA. Saya suka lagunya karena enak aja sih di dengar.

4. Good Bye Days - Yui

Good Bye Days adalah lagu yang menjadi original soundtrack dari judul film yang sama, yang di perankan oleh penyanyi nya sendiri. Yui merupakan salah satu penyanyi Solo yang banyak lagu-lagunya di gemari di Jepang.

5. Rain - Yui

Sebenarnya lagu ini bukan lagu Yui yang begitu saya suka tetapi kadang sering aja berada di playlist saya tanpa sengaja.

6. It's Happy Line

Ini juga termasuk Ost. nya film Good bye days, tapi saya suka mendengar lagunya karena enak di dengar hehe. 

7. Arigatou - Stereophony

Ini salah satu lagu jepang yang paling sering aku putar di kala santai dengan secangkir teh dengan perasaan penuh kedamaian. Karena lagu dan musiknya enak di dengar.

8. Ketsui No Asa Ni 

Selain suka lagunya, aku sangat suka makna lagu ini walaupun harus baca terjemahan lagunya karena aku nggak ngerti bahasa Jepang. Lagu ini sering banget aku putar kalau lagi sedih.

9. Hontou Wa Ne - Aqua Timez

Menurutku ini lagu nya Aqua Timez yang paling puitis dan dalam haha. Lagu ini lebih tepatnya kayak surat cinta dari seseorang kepada sesseorang yang ia suka. 

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Capek juga ya ngetik terlalu banyak gini, berikut playlist lagu Jepang yang recomended menurut ku:

10. My Heart draw a dream - Laruku

11. The beginning - One Ok Rock (OOR)

12. Niji - Aqua Timez 

13. Ichirin No Hanna

14. Fly Me To The Moon - Frank Sinatra

15. Havy Rotation - AKB48

16. Love and Truth - YUI 

17. B-with U - Aqua Timez

18. Kimi No Shiranai Mogonakari - Supercell

19. My dearest - Supercell

20. Sakura - AKB48

Sekian, postingan saya kali ini. Jika ada rekomendasi dari pembaca sekalian, bisa tambahkan di kolom komentar ya.







Sunday, 18 February 2018

Tips Mempersiapkan Diri untuk UN dan SBMPTN Sejak Dini




Kali ini saya ingin share tentang pengalaman pribadi saya selama masa sekolah SMA dan bagaimana saya mempersiapkan diri untuk SBMPTN tanpa harus les. 

Saya melihat kondisi sekarang bahwa banyak sekali anak-anak sekolah yang tidak percaya diri dengan kemampuan belajar sendiri, apa-apa semuanya les, mulai dari semester satu bahkan hingga SBMPTN. Bahkan bukan hanya satu tempat les, bahkan sampai 3 tempat les. Saya tidak dapat membayangkan lelahnya mereka bagaimana.

Kalau saya dulu nggak les sih, capek kalau pulang les udah sore aja. Trus kasian ngabisin duit orang tua. Jadi dulu saya memang orangnya suka belaja sendiri di kosan. Saya biasanya belajar malam. Pulang sekolah saya mengistirahatkan diri. Karena menurut saya, sata-saat yang enak dan konsen buat belajar itu adalah malam atau pagi dini hari, karena otak masih segar.

Nah, apa aja sih tips-tips untuk mempersiapkan diri untuk UN dan SBMPTN Sejak Dini? adalah sebagai berikut:

1. Komitmen Untuk Belajar


Komitmen yang saya maksud disini adalah komitmen pribadi terhadap diri sendiri. Saat SMA saya membuat komitmen pada diri saya yaitu membahas Soal-soal UN atau SBMPTN 5 - 10 Soal per hari. Ya sesederhana itu. Komitmen ini saya jalankan sejak kelas 2 SMA. Jika sehari saya dapat mengerjakan 10 Soal, maka selama 2 tahun saya dapat mengerjakan hingga 5000 soal. Kadang saya kerajinan banget, dalam 1 hari saya mengerjakan bahkan 20 hingga 30 soal kalau lagi semangat-semangatnya. 

2. Bahas Soal Dari Berbagai Buku Referensi


Kalau ke toko buku, rak pertama yang saya kunjungi adalah rak buku-buku UN dan SBMPTN. Saya membeli buku tersebut dari uang tabungan saya sendiri. Saya spent waktu hingga 2 jam hanya untuk obrak abrik berbagai buku dan membandingkan isi buku mana yang terbaik menurut saya, pada akhirnya saya hanya membeli 1 hingga 2 buku. Justru saya seringnya banyak mencari buku di perpustakaan, hampir saya setiap hari datang ke perpustakaan untuk memperpanjang buku-buku yang saya pinjam dikarenakan saya nggak punya banyak buku. Di perpustkaan basanya ada juga kok buku-buku soal dan pembahasannya, nah dari situ saya coba kerjakan soalnya, bahkan dari soal SNMPTN 10 tahun yang lalu.

3. Belajar Bersama Teman-teman


Biasanya saya mencatat atau menyimpan di catatan khusus jika ada soal-soal yang tidak saya mngerti. Ketika ada waktu untuk belajar bersana teman-teman, biasanya saya akan mencoba mengusulkan membahas soal ini bersama-sama. Belajar bersama teman-tema juga banyak manfaatnya, selain salah satunya berbagi wawasan, ilmu antara satu sama lainnya, karena saya tidak les biasanya saya tidak tau rumus cepat atau rumus tangkas untuk mengerjakan soal hitungan hanya 10 detik saja. Biasanya dengan belajar bersama teman-teman saya yang les, saya jadi tau rumus-rumusnya juga hehe. 

4. Membuat Bank Soal Sendiri

Saat kelas 3 SMA, di sekolah kami diwajibkan untuk membuat bank soal sendiri. Jika soal UN nya 5 paket sekalipun, kita kerjakan bahkan ke 5 paketnya. Untuk membuat bank soal sendiri, disini kita harus cermat, antara tahun sekarang dengan tahun sebelumnya belum tentu persis sama, untuk itu persiapkan soal-soal sesuai dengan kisi-kisi saja. Agar memudahkan kita untuk membaca kembali pembahasan bank soal yang kita buat caranya, buat buku khusus yang mana isinya seperti ini, 1 kisi-kisi soal dapat kita isi dengan 1 hingga 10 soal. Misalkan kisi pertama tentang Vektor, maka kumpulkan di satu bab tersebut semuanya soal vektor dari berbagai tahun. 

5. Jangan Hafalin Soal, tapi Pahami Maksud Soal dan Tools Mengerjakannya

Soal UN dan SBMPTN setiap tahunnya pasti akan berbeda dari tahun tahun sebelumnya, namun secara garis besar materinya pasti akan sama. Banyak yang salah kaprah dengan cara belajar yang sifatnya menghafal rumus, menurut saya yang penting adalah mengerti maksud rumus tersebut, jadi jikapun soalnya di putar balik pertanyaannya sekalipun tidak akan masalah. 

Sekian sharing dari saya tentang pengalaman ini, sukses selalu buat adik-adik yang sekarang lagi hecticnya mempersiapkan diri untuk UN dan SBMPTN.






Perempuan Bisakah Berkarir Sekaligus Berumah Tangga??




Dewasa ini bukan hal yang aneh kita lihat bahwa para ibu-ibu turun tangan dalam mencari nafkah. Kontras sekali dengan zaman dahulu bahwa ibu-ibu di rumah sibuk dengan urusan dapur, mengurus anak. Dan sekarang bukan hal pemandangan aneh lagi kalau kita sering juga melihat ibu-ibu bekerja jadi driver kendaraan online pun, demi mencari tambahan recehan untuk keluarga. Tak bisa di pungkiri memang, bahwa kebutuhan hidup saat ini benar-benar mahal, khususnya di kota besar.

Tapi Salahkah Bila Seorang Perempuan Bekerja atau Berkarir?

Dari pandangan saya secara pribadi dan pendapat teman-teman saya yang lain, menurut kami itu tidak salah. Tetapi ada yang harus ditegaskan, bahwa pekerjaan yang dilakoni diluar rumah jangan sampai membuat kita menelantarkan kewajiban di rumah. Ini menjadi dilema tersendiri bagi ibu-ibu rumah tangga, dimana pekerjaan rumah tangga sangat menguras tenaga dan ditambah lagi dengan bekerja di luar rumah. Sehingga banyak diantaranya ibu-ibu yang harus membayar jasa asisten rumah tangga untuk mengasuh anak, membersihkan rumah dan seabrek pekerjaan lainnya,

Ada satu peran seorang ibu yang tidak dapat digantikan oleh orang lain. Yaitu memberikan kasih sayang, membimbing, dan mendidik anak. Pekerjaan lain seperti memasak, membersihkan rumah, mungkin dapat digantikan oleh orang lain, tetapi dalam memberikan kasih sayang seorang ibu, mendidik dan membangun karakter seorang anak tidak dapat digantikan orang lain.

Lantas, Bagaimana pada Akhirnya dengan Perempuan yang berkarir?

Memang pada akhirnya beberapa perempuan ada yang terpaksa melepas pekerjaan nya demi seorang anak. Ada juga yang tetap melanjutkan. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang menyita waktu dari pagi hingga malam, pergi pagi subuh dan sampai di rumah pukul 9 malam, ditambah lagi sering lembur hampir setiap minggu. Ya ini menyulitkan sekali, artinya hampir 2/3 waktunya dalam sehari dihabiskan diluar rumah. 1/3 sisa waktu untuk tidur dan waktu untuk diri sendiri. Jadi kapan waktu bersama anak, merasakan gelak tawa bersama keluarga?. Mungkin ini menjadi pertimbangan sendiri bagi perempuan dalam berkarir.

Karir Seperti Apa yang Memungkinkan Untuk Perempuan?

Menurut pendapat saya pribadi, pekerjaan yang memungkinkan bagi seorang perempuan adalah pekerjaan yang jam kerjanya tidak lebih dari 8 jam, entah itu secara shift atau reguler. Sehingga masih menyisakan waktu untuk keluarga di rumah sekitar 8 atau 6 jam. Contoh pekerjaan-pekerjaan yang memungkinkan untuk perempuan yang sudah berkeluarga:
1. Guru (Jam kerja guru rata-rata 6- 8 jam per hari. Untuk guru-guru SD bahkan bisa pulang siang). Hal ini serupa juga untuk pekerjaan seperti dosen.
2. PNS
3. Jualan Online
4. Konsultan (tidak semua konsultan sih ya)
5. Blogger
6. Penulis Novel
7. Pialang Saham
8. Pekerjaan Kantoran yang tidak menyita waktu > 8 jam
9. Dokter
10. Perawat, Ahli Gizi
11. Driver Kendaraan Online
12. Penulis
13. Apoteker
14. Pekerjaan Berwirausaha Lainnya

Mungkin sekian saja dulu opini saya kali ini :) .




Friday, 16 February 2018

Review Jalan Jalan di Air Terjun Pelangi dan Dusun Bambu

Minggu 11 Februari 2018, saya, Lili, dan Nanda pergi jalan-jalan ke Air Terjun Pelangi dan Dusun Bambu yang berada di Lembang, Jawa Barat. Perjalanan ini berawal dari keluhan Lili yang merasa bosan dengan tugas akhirnya yang tidak berprogress, kemudian dia mengajak saya berjalan-jalan. Untuk urusan jalan-jalan saya orang yang paling cepat bilang iya, karena hobi saya memang berjalan jalan dan mengunjungi tempat baru. Rasanya jika berjalan jalan hanya berdua saja saya pikir kurang menarik. Maka akhirnya saya ajaklah teman saya Nanda yang sekarang bekerja di kabupaten Bandung. Lili dan Nanda sebelumnya belum saling mengenal. Sebenarnya kita bertiga sekolah di satu SMA yang sama yaitu SMA N 1 Pariaman, saya seangkatan dengan Nanda, sedangkan Lili adalah adik kelas saya semasa SMA.

Hari itu pukul 6.00 Pagi saya terbangun dari tidur, sebenarnya saya berniat bangun pukul 5, tetapi tertidur. Setelah bangun saya membangunkan nanda, setelah nanda terbangun kita bergegas sholat subuh dan mandi. Saya teringat untuk memastikan lili apakah sudah terbangun atau tidak. Setelah saya telfon, lili baru saja terbangun. Sebelum berangkat ke tempat wisata kita sudah mempersiapkan snack dan air minum dari rumah. Karena jajan di tempat wisata harganya akan jauh lebih mahal. Sebelum berangkat kita pun sarapan agar tidak lapar di jalan.

Pukul 8.00 kami bertiga pun berangkat menggunakan kendaraan online, tarif sampai lokasi 48.000. Kendaraan online sangat membantu kita dalam melakukan perjalanan karena murah, cepat, aman, dan tidak repot untuk naik turun kendaraan umum.

8.45 kita pun sampai di destinasi pertama yaitu air terjun pelangi. Tiket masuknua 15 000/orang. Setelah membayar tiket masuk kita pun menuruni tangga yang sangat jauh di perkirakan ada sekitar 500 m hingga ke bawah. Saat menuruni tangga kita di hibur dengan pemandangan alam yang sangat asri dengan pepohonan yang hijau, dan monyet monyet lucu yang bergelantungan, dan air terjun yang deru nya membuat kita tenang. Di perjalanan menuruni tangga kita dapat menemukan spot2 foto yang bagus dan instagramable tentunya, seperti berikut ini.





Setelah sampai di bawah, kita pun kembali mencari spot foto yang bagus berlatarkan air terjun. 



Setelah puas berfoto2 di air terjun, kita pun mendaki menaiki tangga yang jumlahnya banyak. Untung paginya sarapan. Menaiki tangga sangatlah menguras energi. Di setiap boldres tangga kita pun beristirahat sambil minum air putih atau makan snack. Nah inilah gunanya kita bawa bekal, kita bisa recharge energi kita kapan aja. Selama perjalanan di tangga kita pun memikirkan destinasi berikutnya mau kemana. Kebetulan tempat wisata yg paling dekat dengan air terjun pelangi ini adalah dusun bambu. akhirnya kita cobalah cari kendaraan online ke dusun bambu, ternyata tidak ada driver yang mengambil orderan, dengan penuh kesabaran kitapun mencoba lagi, akhirnya ada. 

Jarak dari air terjun pelangi ke dusun bambu cukuplah dekat yaitu 3.3 km , jadi waktu itu tarif kendaraan onlinenya pun cukup murah hanya 8000. 15 menit perjalanan kita pun sampai di dusun bambu. Kemudian kita segera ke pembelian tiket. Tiket untuk masuk lokasi wisata dusun bambu ini 25.000, kupon tiket jangan di buang, karena dapat ditukarkan dengan 1 botol air mineral atau tanaman disana. 

Setelah membayar tiket kita pun masuk mencari spot-spot cantik untuk berfoto. Nah disana itu ada yang kayak gini. 


Sebagai anak sipil saya agak sedikit parno an sih soal struktur wkwk. karena ini saat weekend dan orang banyak banget, apalagi abis kejadian kantilevernya bursa efek indonesia yang jatoh itu membuat saya semakin hati-hati bahkan dalam desain pun. Yup, harus kita pahami bahwa material dimanapun di dunia ini pasti memiliki batas kekuatannya, itulah yang mesti kita konsider. Alhamdulillah kita berkeliling di atas jembatan tersebut aman. 

Setelah puas di satu tempat kita pun mencari tempat lain, berkeliling ke rumah2 di danau hingga ke danau. 



nah ini, sebenarnya objek ciri khas dusun bambu itu adalah ini. Soalnya di tempat wisata lain ga ada yg rumah rumah kembar di tepi danau seperti ini. Setelah puas berfoto2 disini kita pun istirahat sambil makan makan dan minum. Jam sudah menunjukan puku 12.30, kita pun melanjutkan mengeksplore dusun bambu dimana banyak taman taman bunga dan lapangan rumput luas. 



Setelah puas mengeksplore di setiap sudut tempat kita menunaikan ibadah sholat dan bersiap siap pulang. Sebelum pulang kita pun menukarkan kupon dengan air mineral. Untuk kembali pulang, kita pun memesan kendaraan online, alhamdulillah dapat driver lagi. Setelah sampai di alamat tujuan kita pun makan makan bersama. Keesokan harinya semua lutut sangat2 pegel karena penumpukan asam laktat akibat kita mendaki tinggi di air terjun pelangi kemaren.






Suka Duka Kuliah Di Teknik Sipil

Di postingan sebelumnya saya sudah pernah bahas tentang jurusan teknik sipil itu belajar apa aja, sekarang aku mau bahas suka dukanya belajar teknik sipil itu gimana.

Kita bahas SUKA nya dulu ya:

1. Minim Hafalan
Yup, di jurusan teknik sipil itu minim hafalan. Beberapa teman-teman saya di di jurusan teknik sipil pernah saya tanyakan, kenapa nggak kuliah kedokteran aja? hampir 100% mereka menjawab tidak suka hafalan. Jadi buat kita yang nggak suka hafalan tetapi suka hitung-hitungan ya ada kemungkinan cocok di jurusan teknik sipil.

2. Sering Kuliah Lapangan
Minimal kuliah lapangan 1x dalam 1 semester. Beberapa temanku kurang suka sih ke lapangan karena panas dan capek. Kalau aku suka banget malah, kapan lagi main-main ke luar, bosan belajar di dalam ruangan terus.

3. Lingkungannya Cuek Terhadap Fashion
Di jurusan teknik itu jarang banget sih cewek-ceweknya tampil badai kayak artis, jadi sebagai cewek biasa nggak usah minderan. Jadi meskipun pakai baju kaos, sepatu ket, biasa-biasa aja sih asal sopan.

4. Lebih Suka Pelajarannya karena Mudah kita Lihat Sehari-hari di Sekitar
Bagi aku secara subjektif aku lebih suka aja belajar pelajaran teknik sipil, lebih mudeng aja karena objeknya mudah terlihat. Seperti jalan, gedung, jembatan dll, yang memberi motivasi di saat-saat sulitnya belajar "Ah nanti bakal bisa desain ini loh, jangan malas. Kalau malas-malasan, ntar gedung yang kamu desain roboh loh wkwk". Soalnya saya pernah nyobain kan belajar C++, kok bagi aku susah banget ya memahami pemograman.

5. Udah Nggak Pernah Belajar Kimia Lagi, Listrik-listrik dan Magnet.
Semenjak masuk sipil ga pernah lagi tuh belajar listrik dan magnet. Kita lebih konsen belajaran penerapan ilmu mekanika, udah nggak mau pusing lagi sana bentuk ikatan ikatan kimia.

DUKA nya. Yang namanya hidup selain duka pasti ada dukanya dong.

1. Tugas Nya Banyak Banget
Rasanya bohong kalau bilang kuliah di teknik sipil itu nyantai. Malam minggu pun kita masih nugas. Kadang suka iri lihat jurusan lain yg nyantai di kosan atau nongkrong pulang kuliah di mall mall bareng teman teman kayak FTV. Setiap hark bawaan tas berat, bawa laptop, buku catatan, air minum, kadang bawa tabung gambar juga.

2. Jomblo
Harus diakui sih, saking sibuknya di jurusan ini, bahkan pergi kuliah pagi dan pulangnya malam, kita membuat kita tanpa sadar telah nyaman jomblo sekian tahun lamanya. Tapi untuk 1 hal ini nggak absolut sih, masih ada anak sipil yang punya pacar.

3. Ospeknya berat dan Senioritas
Di univ manapun yang namanya jurusan teknik ospeknya sering kali lebih berat dari jurusan lain. Dan konon senioritasnya tinggi, tapi bagi aku ngerasain di kampus senioritasnya minim sekali bahkan hampir ga ada sih. Soalnya kalau aku sendiri ngerasa di Sipil ITB senioritasnya makin kesini makin berkurang, justru senior2 kita yang jadi asisten banyak banget ngebantu kita memahami pelajaran dikelas yang tidak kita mengerti. Trus trend ospek nya semakin kesini semakin lebih mendidik dam udah nggak kejam kejam lagi.

foto ketika bikin tugas gambar teknik di tingkat 1