Senin, 21 Agustus 2017

Merantau dan Kembali pulang

Merantau dan Pulang, adalah 2 kata yg selalu ingin ku gandengkan. Ketika aku merantau, aku ingin kembali untuk pulang.

Tidak di pungkiri bahwa keluarga adalah tempat ternyaman pulang, terutama bagi anak perempuan. Karena di dalam keluarga lah terkumpulnya perhatian dan kasih sayang.

Orang Minang terkenal dengan kebiasaan merantau nya, mereka ingin mengembangkan ekonomi dan kemampuan hidup di sana.

Aku salah satu org yang minang yg merantau, meninggalkan kampung halaman demi sekolah di salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Indonesia, yaitu di Bandung.

Rantau mengajarkanku banyak arti hidup. Pergaulan yang sudah heterogen. Membiasakan lidah dengan makanan lain selain masakan padang. Itu semua telah kurasakan 4 tahun ini.

Aku bimbang antara ingin pulang atau tetap di rantau untuk bekerja. Jika bicara nyaman, mungkin dalam hati sebetulnya aku ingin di rumah santai bersama keluarga. Dan hidup dari penghasilan ayah. Tapi sayang disana mungkin agak sulit mendapatkan pekerjaan. Idealnya aku memang ingin jadi PNS, bekerja di PU. Jadwal kerja teratur dan masih bisa bersama orang tua. Memang itu yang ku usahakan sekarang.

Sebagian orang mungkin ingin memperpanjang langkahnya lebih jauh dari rumah. Kuliah atau menetap di luar negeri.

Saat ini aku merasa jika aku semakin jauh dari orang tua tanpa pendamping aku tidak tau harus bagaimana. Sedangkan di bandung saja, semenjak Tugas Akhir, hampir setiap hari aku mengeluh masalah tugas akhirku. Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa impian terasa hambar.

Selasa, 15 Agustus 2017

2 menit tanpa berkedip gue menatap jam dinding lurus. Tapi tatapan itu kosong sekosong harapan dan kehampaaan harapan kelulusan gue. Detik2 serperti ini sering berulang dalam sebulan gue. Nafas gue terasa tertahan,  jantung gue  berdetak tak karuan. Tak karuan seperti harapan gue yang jatuh dari langit. 
Hal itu terjadi ketika gue harus baca screenshoot pesan dosen pembimbing mereka. Udah nggak ada lagi celah mengusahakan gimana caranya kita 1 kelompok ga bayar ukt. Status kita tetap jadi mahasiswa semester ini, tetap membayar ukt. Gue kecewa semuanya pun kecewa. 


Posible data untuk sidang TA sebelum pak R naik Haji;
Pak R; mau pergi haji, cuti tgl 21
Pak R menginginkan ke 5 dosen harus hadir saat sidang. 
Pak R pengen 1 mahasiswa di sidang 5 dosen
Pak F, cm bisa jumat ini
Pak Ma, masih di luar kota. Kerjaaan nico mesti di periksa dulu baru boleh sidang. Paling cepat bisa di periksa jumat malem. Ga di kasi tau luar kota mana, kalau di jakarta pengen di samperin.
Pak Me, sedang prajabatan. Beliau menitipkan gue ke 3 dosen lain. Sejauh ini baik baik aja. Fast respon kalau gue hubungi. Alasannya tidak di bandung logis karena prajabatan ini untuk dilantik jadi pegawai negeri. Sementara yg lain gue ga tau itu kepentingan apa, gue ngelihat kepentingan pribadi semata. 

Semua solusi dan cara di tawarkan agar kita sidang tgl 18 pada pak R, 14 agustus kita menemui beliau di ruangan sambil menawarkan solusi. "Gimana kepastian jadwal dosen dosen kalian?". " pak Ma tidak bisa menguji kalau jumat jam 2, karena di jadwal yg sama harus menguji mahasiswa s2 dan s3. Kalau sidangnya di majuin pagi barengan kelompok sebelah bagaimana pak?". "Dimajuin bagaimana, mana bersamaan. Kan yang nguji 5 dosen 1 mahasiswa". Beliau marah "ngapain kalian nekan-nekan saya. Kalau gitu kenapa ga abis wisuda aja sidangnya. Suruh aja pak Ma batalkan jadwal sidang mahasiswa lain itu kalau mau sidang jumat. Atau bulan depan aja abis saya balik dari mekah". "Batasnya tgl 29 september pak, bapak kembali tgl berapa". "Tgl 23 saya udah kesini". Kami keluar ruangan terkulai lesu, bagaimana caranya ya?? Apa nego ke anak S3 atau S2?. 

"Gue cabut dulu gan. Udah di tunggu bang R soalnya". 
"Nil, kamu coba ngomong kek tadi apa gitu, kan seangkatan". 
Enil masih mencoba ketawa, tapi gue tau seorang humoris seperti dia akan tetap merasa sedih dan kecewa, apalagi gue. 

"Pada mau kemana abis ini?".
"Aku balik ke kosan sih. Mendekam di kosan abis ini"; ujar ketua kelompok. 
"Aku juga balik deh". 

Akhirnya gue berangkat menuju gerbang depan kampus sambil pesan gojek. Perasaan gue ga karuan, dalam 10 menit sampai di kosan. Gue menengadah diatas kasur. 
Gue diam. Gue kembali teringat, kecil sekali harapan gue sidang agustus. 
Artinya besar kemungkinan gue wisuda april. 
Gue teringat kedua org tua gue di rumah. 
Mereka begitu berharap gue wisuda tahun ini. 
Gue ingat celotehan mereka. "Nanti kita ke bandung pas wisuda ica, kita bawa rendang dari padang". Adik gue dina dia menabung sedari sekarang karena ingin belanja di bandung. Dan gue selalu memantau mantau harga tiket untuk mereka.
Air mata gue jatuh. Dan sebuah pesan wa masuk di hp. Dari ayah. "Baa sidang, jadi tanggal bara". 
"Ndak jadi sidang agustus do yah". 

Tak enak rasanya bathin gue. Gue menelfon ibu, dan menyampaikan kabar buruk itu dengan isak tangis. 
3 jam menelfon ibu hanya untuk meratapi nasib yang sulit berubah. 
Teman2 gue menelfon mahasiswa S3 yg di uji pak Ma, mahasiswa itu membatalkan di uji bapak tsb. Ada sedikit harapan. Gue kembali on di depan laptop. Membuat presentasi sidang. Gue semangat kembali. Kembali dapat chat. Beliau masih nguji anak s2 jam 4. Masih ada harapan sidang 2.5 jam kalau bisa. 
Harapan yang samar samar itu membuat gue semangat dan on sampai jam 2 pagi membenahi TA yg mungkin masih ada terdapat typo dll. 


Pagi pun kembali. Gue terbangun oleh kicauan anak anak pesantren di sebelah kosan. Suara berisik mereka seperti alarm setiap pagi. Gue kembali menghubungi teman2. Da. Tetap mengerjakan presentasi. Ada sedikit yg di revisi. Gue membangunkan niko dg line call, karena dia ga balas chat. Urgent bgt butuh data dpt yg baru. 5 menit kemudian dia terbangun. Menghubungi dosbingnya pak Ma, 
"Jumat aja ketemu saya sore". 
"Hari rabu apa ga bisa pak, soalnya kami mengejar sidang Jumat"
"Rabu saya masih di luar kota. Senin sidang paling cepat". 
Gue menghentikan ketikan di laptop. Benar benar pupus tidak ada harapan lagi. 
Oke bye. 
Gue kembali memberi kabar serupa ke ibu. 
Ibu tidak pernah memarahi atas kegagalan gue ini. Kalau gue ga punya ibu, gue ga tau saat itu harus gimana. Gue berkata pada ibu "ibu, aku malu. Teman teman senagkatanku sudah wisuda semua. Sementara aku di tunda tahun depan. Aku takut september nanti akan terjadi lagi hal yang serupa. Sudah sangat tipis harapan ini bu".

Skripsi

Apa itu skripsi?
Skripsi sering kali dianggap sebagai momok yg menyeramkan bagi banyak mahasiswa?
Kenapa?
Karena menyebalkan.
Sebenarnya gue pengen banget nulis kisah atau cerita gue selama skripsi.
Pengalaman tiap orang dalam skripsi mungkin beda beda, gue pengen menuliskan based on pengalaman gue yang TA berkelompok ini betapa sulitnya. Mungkin nama asli tokoh tokoh nyatanya pengen gue samarkan. Betapa geramnya gue dengan skripsi.
Skripsi benar benar cobaaan, skripsi bener bener ga pandang bulu.
Gue benar benar menderita akibat skripsi.
Makan ga teratur
Tidur ga teratur
Sering ngemil dan gendut
Sering sakit sakitan akibat skripsi.
Gue udah coba kerahkan dan beri yg terbaik.
Tapi inilah kenyataaannya.
Seminggu ini gue nangis.
Menyesakan sekali bukan?

Sabtu, 12 Agustus 2017

Ridhonya Allah dari restunya Orang Tua

Kali ini aku akan bercerita banyak tentang pentingnya mendapatkan restu orang tua, based on pengalaman pribadi.
Ada satu yang nggak beririsan langsung dengan logika kita, yaitu restu orang tua. Mungkin di tv-tv kita sering melihat anak yang nggak di restui tindakannya oleh orang tua banyak yang pada akhirnya sengsara. Dulu aku selalu beranggap kalau itu hanyalah fiktif belaka, atau kebetulan.

Dari dulu aku anak yang patuh dan menurut apa kata orang tua. Bisa di bilang aku jarang sekali menyakiti hati orang tuaku. Aku tidak pernah protes dengan berapapun uang jajan yang tuaku kasih. Bahkan aku ingin membantu mereka. Aku senang membawakan belanjaan ibu di pasar dan membantu ibu di dapur. 

Aku tetaplah seorang anak, dan juga manusia biasa. Ada kalanya aku khilaf. Sebelum semester 8, saat libur semester aku pulang. Yang namanya orang tua, semakin bertambah umur, banyak sakit di badan, nyinyir dan perasaannya sensitif. Saat itu ayah tidak ada di rumah, ibu sudah badmood sedari tadi pagi mulai dari tetangga yang menyebalkan, dan adikku yang tidak membantu pekerjaan rumah. Seharian itu ibuku penuh sindirian terhadap aku dan adikku, hari itu aku bangun kesiangan, karena pola tidurku yang rusak gara-gara sering begadang akibat tugas besar. Sampai akhirnya saat malam aku kesal, dengan ibuku yang nadanya juga kesal, saling beradu mulut, sampai akhirnya saling menyakiti. Esoknya aku pergi dari rumah,aku pergi ke rumah nenekku lebih seminggu. Akhirnya aku kembali ke rumah untuk berkemas ke bandung. Sebelum pergi aku sempat minta maaf dan berbaikan dengan ibu. Aku memasuki semester baru, akademikku baik-baik saja, hubunganku dengan ibu baik-baik saja.

Waktu berjalan begitu cepat tak terasa berlalu sudah 5 bulan. Teman-temanku sudah sidang. Sedangkan kelompokku masih juga belum seminar proposal. Begitu sulit mengumpulkan ke 5 dosen. Waktu terus berlalu, libur pun telah tiba, aku pulang tanpa membawa gelar sarjana. Di rumah aku lebih tenang. Aku tetap mengerjakan laporan tugas akhirku. Bahkan sampai jam setengah 3 pagi. Jam 3 pagi aku memasak sahur untuk ibu dan adikku, setelah subuh aku baru tidur. Ibu selalu memaklumi jika aku kesiangan karena kurang tidur. Tetapi aku tetap membantu membersihkan rumah, dan memasak.

Aku kembali ke bandung untuk menjalani seminar progress. Akhirnya berjalan lancar. 

Sidang TA masih belum bisa. Rekan sekelompokku masih ada yang belum selesai. Banyak dimensi dari mereka yang berubah, lagi-lagi itu berpengaruh pada hasil pekerjaanku. Dan perhitungan TA ku harus di revisi setiap saat.

Bulan agustus pun di mulai, kelompokku harus merencanakan sidang sedini mungkin, mengingat kebiasaan dosen-dosenku yang setiap saat kemana-mana, minggu depan ke Mars, minggu depannya lagi Baru balik dari black hole, ku sudah lelah dengan hal semacam ini. ketua dosen pun akan pergi haji, dan sudah cuti tanggal 20. Tidak ada jadwal dosen yang beririsan. Ku sudah hopeless. Aku nggak mau wisuda april. Aku menangis, kesal dan marah dengan kenyataan. Aku menelfon ke org tua ku,menjelaskan kondisi TA ku yang berantakan. Aku benar-benar lelah. Sudah begitu banyak energi yang ku kerahkan agar TA ini cepat selesai.

Aku kembali tersadar, mungkinkah ini karena masalahku dulu dengan orang tua?? .




Rabu, 09 Agustus 2017

Takdir atau nasib

Setiap makhluk di muka bumi ini pasti punya yang disebut takdir.

Apa yang disebut sesuatu itu telah menjadi takdir?
Meninggal, kecelakaan jatuhnya pesawat, mungkin itu takdir yang terjadi melalui perantara kelalaian manusia.

Entah tugas akhir ini dan kapan aku wisuda juga merupakan takdir?

Bisa jadi itu takdir. Dalam minggu ini aku di bayangi perasaan buruk bahwa aku tidak mendapat takdir untuk wisuda oktober. Aku tidak dapat menyalahkan siapa2. Semua terasa menyesak menyeruak. Rasa kesal, rasa marah, menyalahkan semua yang terjadi, ku bungkam semua, ku katakan pada diriku "berdamailah". Berusahalah semampuku sampai semaksimalku, jika yg ku harapkan tidak terjadi. Aku ingin berdamai dengan diriku, berdamai dengan arogan dan egoku.

Aku harus kuat, aku harus banyak belajar lagi. Aku harus tenang. Mungkin inilah diriku, mungkin inilah tiba masa gagalku. Roda kehidupan memang tidak selalu di atas, adakalanya di bawah, seperti yang kurasakan saat ini. "Jatuah tapai", kato urang awak, sulit melantun lagi. Dulu memang ambisi-ambisi dan target hidupku tercapai. Tapi sekarang mendapat giliran tidak tercapai atau di tunda.

Malu karena terlambat lulus?  Ya rasa malu itu pasti ada. Sebab org org selalu bertanya. Kenapa tugas akhirku? Ya begitulah banyak konfliknya, banyak benang kusut yang harus di urai. Aku sudah berusaha sekuat tenagaku, sekuat yang aku bisa. Benar benar sulit rasanya mendapatkan secarcik kertas yang disebut IJAZAH.

Ingin punya penghasilan dan melamar kerja pun? Aku belum bisa. Masih saja di ributkan oleh revisi sana sini. Dimensi kerjaan yang setiap saat berubah. Akupun lelah. Kapan akan selesainya? . Aku ingin bermain seperti sedia kala, aku ingin punya waktu untuk diriku. Ah tolonglah aku ingin tenang. Aku ingin tidurku tenang.

Ini adalah keadaan terburuk dalam hidupku, terburuk sekali.

Aku pun tak menyangka pernah se sabar hari ini. Dari hal ini aku benar2 belajar mengontrol emosiku, mengontrol hubungan baikku dengan org lain.

Biasanya aku mudah marah dan meledak. Tapi memang kekalutan tugas akhirku tidak membuat ku meledak seperti diriku yang lalu lalu. Tapi yang terjadi adalah isak tangis saat menghubungi orang tuaku. Ada perasaan dimana aku merasa bukan lagi menjadi anak yang membanggakan orang tua, yang terjadi aku semakin menyusahkan mereka, membuat mereka masih menanggung biaya kuliah dan biaya hidupku, dan membuat mereka malu. Mengecewakan harapan mereka yang berandai-andai melihatku memakai toga tahun ini.

Minggu, 30 Juli 2017

Menabung dan Segala Macam Manfaatnya

Banyak orang yang merasa kesulitan untuk menabung. Apalagi di era modern ini semuanya di jajakan di depan mata lewat dunia maya. Membuat masyarakat menjadi semakin konsumtif. Siapa yang tidak ngiler dengan barang-barang bagus, dan bermerk. Media online membuat orang yang awalnya tidak ada niat belanja menjadi belanja. Mungkin beda dengan dulu, dulu untuk belanja orang menyediakan uang dulu, baru ke toko atau ke pasar melihat barang-barang yang di inginkan baru, jika cocok baru membeli.

Tak ada masalah dengan keberadaan media online. Media online justru memberikan kita lebih banyak pilihan dan mempermudah mencari apa yang kita inginkan. Tapi yang penting adalah membeli barang sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan saja.

Menabung, seberapa penting sih menabung?

Baik, saya akan bercerita tentang laptop kesayangan saya ber merk Asus dengan processor Intel 5 dibeli seharga 7 juta. Laptop ini saya beli dari hasil tabungan saya dari hingga sma. Pas kuliah saya kesulitan menabung karena pengeluaran akademik saya sangatlah tinggi, baru bisa menabung lagi setelah semester 6 dengan bekerja freelance. 

Dari TK saya tinggal bersama nenek. Keluarga ibu saya adalah keluarga petani dan sekaligus berdagang. Kakek saya memiliki usaha penggilingan padi, berladang, berkebun, sekaligus memiliki kios penjualan beras secara eceran maupun grosiran. Karena tinggal bersama mereka, saya pun sering menjadi bagian logistik dari usaha mereka, seperti menjual biji coklat, menjaga kios minyak dan beras, menjaga jemuran padi, menjual telur angsa dan ayam, bahkan jadi tukang kasih makan ternak sekaligus selain itu juga menjadi tukang tagih hutang pada konsumen. Setiap usai pekerjaan itu, kakek selalu memberi saya semacam reward uang jajan.

Uang saya pun terkumpul. Dari kecil saya tidak terbiasa meminta uang jajan atau minta beli mainan. Jikalau saya memiliki mainan, itu atas inisiatif orang tua yang membelikan atau saya yang membeli mainan dengan uang saya sendiri. Uang yang saya kumpulkan saya titip ke kakek, dan dijadikan modal usaha lagi. Setiap bulannya uang yang saya titipkan diberi tamhan 5% dari modal. Itupun bukan saya yang memintatapi kakeklah yang secara suka rela memberinya.

Kelas 5 sd, saat itu musim sekali anak membeli kertas binder dan bindernya. Jadilah saya saat itu menjadi penjual kertas binder di sekolah, serta menjual buku binder dengan cicilan pun. Sambil menjual biji coklat biasanya saya juga membeli kertas binder yang akan saya jual. Penjualan saya pun cukup banyak, sampai adik kelas dan tetangga-tetanggapun membeli. 

Ketika SMP binder sudah tidak menjadi tren lagi, pekerjaan saya pun beralih menjadi pengajar les, tukang ketik soal ujian, tukang jaga warnet, dan hasilnya kembali saya tabung. Ketika kelas 2 SMP kakek pun meninggal. Uang hasil penjualan binder dan uang logistik bekerja dengan kakek saya tabung ke ibu. Dan ibu membekukannya dengan membelikannya dalam bentuk emas. Setiap tahunnya harga emas selalu naik, dan nilai rupiah tabungan saya pun juga ikut naik.

Dari kecil saya memang bukan tipe anak senang jajan atau membeli hal yang tidak perlu. Sampai sekarang pun kalau diajak ke bioskop saya tidak suka, buang2 uang saja. Bukan berarti saya tidak pernah menonton di bioskop. Saya lebih suka jalan-jalan, karena itu memang hobi saya.

Bagi saya sendiri menabung tak harus rutin. Saya menerapkan cara menabung seperti ini. Misalkan saya mendapat tambahan uang dari hak jajan saya, maka itu akan di ambil sebagai tabungan. Atau juga bisa, saya menabung dari penghematan yang saya lakukan. Misalkan saya berangkat ke kampus dengan jalan kaki, karena saya jalan kaki artinya saya tidak mengeluarkan ongkos, maka uang tersebut masuk dalam bentuk tabungan. Misalnya juga, jatah makan saya dalam 2 hari adalah 60 ribu. Karena saya meluangkan waktu untuk memasak, sehingga pengeluaran saya hanyalah 20 ribu untuk 2 hari. Maka, 40 ribu sisanya menjadi tabungan.

Dengan cara tersebutlah sampai sekarang saya bisa membeli apa yang saya mau. Karena saya tidak terbiasa meminta atau merengek pada orang tua. Dan orang tua saya memberi saya uang jajan tanpa saya memintanya. 

Berhemat bukan berarti pelit. Hemat adalah cara menghindari kemubaziran dan melakukan sesuatu pada tempatnya. Keadaan hidup dari kecil membuat saya harus membiasakan diri hidup hemat. Saat saya masih kecil orang tua saya membeli 1 petak rumah dengan mencicil setiap bulannya, saya sering sakit-sakitan karena daya tahan tubuh lemah. Gaji ayah setiap bulan habis untuk berobat dan mencicil rumah. Ketika berumur 5 tahun, kantor tempat ayah bekerja bankrut, dan ayah di PHK. Akhirnya ayah bekerja serabutan, jadi fasilitator, pengawas proyek dan sebagainya. Ekonomi keluarga kami merosot parah saat ayah mengganggur 1 tahun, dan sakit. Kami hidup dari uang tabungan selama ayah bekerja, ibu pun membantu perekonomian dengan gaji honorer nya sebagai guru smp tidak seberapa di tambah dengan menjual beras. Setiap ayah bekerja ibu selalu menyisihkan uang dapur untuk menabung. Kondisi proyek yang musiman, membuat ibu menjadi was-was dengan keuangan. Aku pun sebagai anak ikut mengerti, hal itu membuat aku tidak pernah meminta ini itu kepada orang tua selain kewajiban mereka seperti membayar uang masuk sekolah dan uang jajan atau ongkos sekolah. Di luar itu seperti beli hp pun tidak aku minta. Di sekolah pun aku tidak pernah les, aku hanya cukup belajar sendiri dari buku di perpustakaan. Kadang-kadang aku mendapat beasiswa waktu SMP, karena berhasil menjadi juara umum. 

Ketika SMA pun aku mencari SMA yang tidak membayar SPP dan tetap bagus. Seperti SMA ku dulu, SMA 1 Pariaman. Ketika kuliah di biayayi kuliah full 4 tahun dan mendapat biaya hidup. Aku merasa beruntung, aku menjadi salah satu anak yang tidak mampu, tetapi Allah memberikan kecerdasan yang bisa menunjang pendidikanku dan diperhatikan pendidikannya oleh pemerintah. Semenjak aku kuliah pun ekonomi keluargaku membaik, ayah tidak pernah lagi menganggur, dan rezeki tak terduga kadang juga sering datang. Dan alhamdulillah dengan menabung dan berhemat hidup kami tidak pernah meminjam uang dan dililit hutang.

Begitulah the power of saving pemirsa. 













Sabtu, 08 Juli 2017

Pertemanan nyata vs pertemanan maya

Pertemanan nyata, maksudnya adalah pertemanan yang kita hadapi di dunia nyata, kita berinteraksi langsung dengan orang lain, kita berbicara dan mendengar langsung apa yg mereka sampaikan, kita bisa melihat mimik wajah, gestur tubuh, mendengar nada suara dan kondisi sekitar mereka yang sedang berbicara.

Pertemanan maya, pertemanan yang terjadi akibat perkenalan di dunia maya misal melalui sosial media. Untuk mendapatkan teman di dunia maya sangatlah mudah hanya dengan sentuhan jari pada keyboard atau hp. Meskipun kita bisa mendengar langsung, melihat gestur langsung dari teman maya, namun tetap saya peetemanan di layar hp dan nyata akan sangat berbeda dampaknya.

Ketika kita tidak suka dengab pertemanan maya kita bisa saja memblok, menghapus pertemanan, dan lupakan. Tetapi lain dengan pertemanan nyata, ini sangatlah sulit, suka tidak suka, tidak bisa di blok begitu saja, mungkin bisa kita hentikan komunikasi atau urusan, tapi jujur saja ini akan membuat ada rasa tidak enak, bermusuhan, itu tidak akan enak bagi pihak manapun, ya begitulah. Makanya kita terkadang harus berhati hati dalam bercanda, berhati hati dalam bertanya, berhati hati dalam menggunakan lidah, lidah ini sangatlah tajam, sangatlah sulit mengontrolnya. Karena sasarannya adalah melukai hati dan perasaan orang lain. Begitupun kita, kita jugalah harus santun dan paham bahwa janganlah terlalu berlebihan menanggapi perkataan orang lain, tidak semua hal yang tidak enak di dengar itu maksudnya buruk, sering kali suatu maksud perkataan menjadi buruk karena cara penyampaiannya buruk. Menjadi pelajaran bagi kita agar berhati hatu dan memilih kata2 dan cara yang tepat untuk menyampaikan maksud kepada orang lain.

Hal yang mampu memnjaga hubungan dengan orang lain selain menahan lidah baik pada pertemanan maya maupun nyata adalah sabar. Banyak orang yang rusak hubungannya dengan orang lain akibat tidak adanya rasa sabar. Kadang memang sering terjadi hal yang menjengkelkan seperti berjanji datang terlambat, tidak cepat memberi kabar, tiba tiba naik darah. Tapi rasa jengkel dan kesal itu hanyalah emosi sesaat, tahanlah, ucapkan istighfar, kejadian kejadian terjadi adalah atas izin Allah. Contohnya mereka terlambat ketika berjanji, ya itu atas izin Allah. Disini bukan bermaksud mengatakan bahwa Allahlah yang salah, tetapi sama sama kita ketahui, Allah maha berkehendak, maha mengetahui, maka tidak ada daya dan upaya kita melawan ketentuan dan kehendak Allah.

Sebagai Makhluk Sosial

Manusia di ciptakan bukan hanya sebagai makhluk individual tetapi juga makhluk sosial, karena manusia akan membutuhkan manusia yang lainnya. Kemampuan setiap orang menjalani kehidupan sosial dan kehidupan pribadinya akan berbeda beda. Berbeda lingkungan yang membentuk, berbeda pula kharakternya. Ada manusia yang cepat dewasa ada pula yang tidak. Perbedaan itu akan tetap rukun apabila ada pihak yang saling mengimbangi. Misalnya dua org sahabat akan tetap terus bisa bersahabat apabila 2 orang itu saling mengimbangi. A dan B bersahabat, A egois, B mengerti dengan ke egoisan A. Maka 2 orang ini akan tetap utuh, tapi B punya batas kesabaran, B sesekali menyadarkan A bahwa ia terlalu egois, cobalah menekan ego. A akan merenungkan perbuatannya, dan merubah sikap.

Ayah selalu bercerita bagaimana harus menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menekan egoisme kita. Ya ayah benar, aku ingin menjaga hubungan sosial yang baik dengan orang lain, aku akan berusaha menekan egoku. Ya Allah ampunilah hamba yang mungkin sering menyakiti perasaan orang lain, atau pernah memutus tali silahturahmi dengan orang lain. Mungkin hamba belum dewasa menghadapi permasalahan hidup, mungkin hamba harus banyak belajar. Ya Allah bukakanlah hati orang lain untuk memaafkan hamba, hamba tidak ingin ada kesalahpahaman, kebencian, dan ketidakrelaan orang lain terhadap hamba. Selama ini hamba banyak salah ya Allah.

Jumat, 23 Juni 2017

Masa kecilku sebagai Anak Desa

Aku dilahirkan 22 tahun lalu di kota Padang, sebuah alasan membuat aku beserta keluargaku pindah ke Kabupaten Padang Pariaman.  Kami tinggal di rumah nenek, dan ayah masih menghuni rumah kami di Padang dan setiap minggu ker Pariaman, pada saat kelas 2 SD ibu dan adikku kembali ke Padang, sementara aku masih bertahan tinggal bersama nenek di Pariaman.

Kami tinggal di sebuah desa di kecamatan Sungai Limau. Kakekku memiliki usaha berdagang beras hingga kios bensin, dan juga sekaligus menjual hasil tanaman kami seperti biji coklat, sayur dan beternak ayam, itik dan angsa. Biasanya aku lah setiap minggu menjualkan biji coklat ke Pasar. 

Kegiatan sehari-hariku di rumah adalah sekolah dari pagi hingga pukul 1 siang, pulang sekolah makan, dan menjaga kios beras dan kios minyak kakek sambil mengawasi jemuran kakek dari burung gereja, sambil itu pula aku mengerjakan PR. Pukul 3 sore aku pergi mengaji ke Masjid bersama teman-teman. Pulang dari masjid aku bermain di lapangan rumput bersama teman-temanku, dan aku membawa gembala seperti kambing. Aku mencarikannya rumput dan mengikatnya di pohon jambu. Setelah puas bermaain, aku membawa ternakku pulang. Sesampai di rumah aku memberi makan ayam, dan angsa, mengumpulkan telur-telur serta membersihkannya. Kemudia barulah berangkat mandi. Usai mandi sholat maghrib dan bantu-bantu nenek di rumah membersihkan rumah seperti menyapu dan mencuci piring. Setelah itu makan malam, dan belajar sambil mendengarkan radio. 

Begitulah keseharianku menjadi anak desa. Sangat menyenangkan, tidak mengenal gadget, memanfaatkan waktu dengan baik, dan jauh dari konten pornografi. Walaupun telambat mengenal teknologi pun, saat itu aku tetap bisa berprestasi di sekolah dan mendapati peringkat juara umum di SMP. 

Satu hal yang paling aku senangi dari kakekku, beliau orang yang sangat rajin dan gigih dalam berusaha. Memanfaatkan semaksimal mungkin lahan yang kami punya. Di rumah nenekku, banyak terdapat pohon yang menghasilkan buah-buahan, diantaranya pohon Mangga, pohon pepaya, pohon kelapa, pohon coklat dan lain-lain. Kakekku juga menanam sayur-sayuran seperti kangkun dan menanam bawang dan cabe, serta tumbuhan rempah-rempah lainnya, sehingga kami tidaklah sering belanja di luar, karena hampir semua kebutuhan di penuhi di sekitar rumah.

Aku sangat senang tinggal di rumah nenek, banyak belajar, pemandangan sawah di belakang rumah yang indah, dekat dari pantai, ah tapi sayang saat itu aku tak punya kamera hp agar dapat menjepret indahknya kenangan masa kecil. Meskipun tada hp, tapi ingatan masa kecil itu sangat indah terekam dalam ingatanku.




Pohon kelapa yang aku duduki itu berumur beda 3 tahun denganku, ketika ingin kelapa muda aku hanya tinggal petik. Setiap sore akan ada pemandangan kakekku membawa itik-itik kami pulang dan berjalan dari pematang sawah. Haha, itik suka stress kalau di kurung, makanya setiap hari harus di bawa jalan-jalan, biar lebih produktif mengasilkan telur. Biasanya di bawa jalan-jalan ke sawah, dan si itik akan mencari dan memakan keong kecil-kecil, keong kecil2 ini akan merangsang itik untuk bertelur, dan di kandang kami tetap memberinya makan berupa dadak alias kulit2 bekas penggilingan padi yang di haluskan dalam mesin, kamipun tak perlu membeli dadak, cukup mengambilnya di mesin penggilingan padi, karena keluargaku saat itu juga memiliki usaha jasa penggilingan padi agar menjadi beras.


Sekian Cerita Annisa kali ini

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*



Pangek Masin khas Padang


Bahan:
Ikan Tuna 0,5 kg
Optional bisa di tabahkan tahu ataupun tempe
Bawang putih 1 siung
Bawang Merah 6 siung
Asam Kandis 2 buah
Daun jeruk 2 helai
Daun kunyit 1 helai
Daun duku duku secukupnya (sebenarnya saya ga tau daun duku duku ini bahasa Indonesianya apa wkwk)
Jahe secukupnya
Kunyit secukupnya
Santan 250 gram


Langkah pengerjaan:
1. Bawang merah, bawang putih dan jahe di ulek
2. Masukan bahan yang sudah di ulek, kunyit, asam kandis, daun jeruk dan rempah lainnya ke  ke dalam wajan
3. Masukan santan ke wajan secukupnya dan tambahkan sedikit air
4. Panaskan wajan hingga mendidih
5. Masukan ikan segar yang sudah di bersihkan
6. Tunggu hingga matang dan sajikan
7. Optional jika ingin pedas boleh tambahkan sedikit cabe rawit

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*


Resep Gulai Asam Pedas

Gulai asam pedas merupakan salah satu masakan tradisional Minangkabau dan menyebar di kawasan melayu, yang cita rasanya ada rasa asam dan pedas. Gulai asam pedas ini salah satu makanan yang terbilang sehat untuk di konsumsi, karena tidak menyebabkan koleterol maupun tensi tinggi. Seperti apa sih resep gulai asam pedas ini?? Simak pada resep berikut:

Bahan:
Ikan Tuna 0,5 kg
Optional bisa di tabahkan tahu ataupun tempe
Bawang putih 1 siung
Bawang Merah 6 siung
Asam Kandis 2 buah
Daun jeruk 2 helai
Daun kunyit 1 helai
Daun duku duku secukupnya (sebenarnya saya ga tau daun duku duku ini bahasa Indonesianya apa wkwk)
Jahe secukupnya
Cabe giling 1 ons


Langkah pengerjaan:
1. Bawang merah, bawang putih dan jahe di ulek
2. Masukan bahan yang sudah di ulek, cabe giling, asam kandis, daun jeruk dan rempah lainnya ke  ke dalam wajan
3. Masukan air ke wajan secukupnya
4. Panaskan wajan hingga mendidih
5. Masukan ikan segar yang sudah di bersihkan
6. Tunggu hingga matang dan sajikan

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*




Rumah Gadang dan Peninggalan Sejarah di Istana Pagaruyung

Saya kembali membahas tentang kota Batusangkar, yang di kenal sebagai tempat pusat peninggalan sejarah Minangkabau. Karena di kota inilah banyak kita temui museum-museum, makam raja, rumah adat, dan prasasti-prasasti di masa lalu. 

Kota Batusangkar ini berada sekita 110 km dari kota Padang, jika di tempuh dengan kendaraan umum memerlukan waktu sekitar 4 jam perjalanan. 

Ketika kerja praktek saya mengajak teman saya Nci untuk mengunjungi Istana Pagaruyung yang terdapat di Batusangkar. Istana Pagaruyung ini adalah peninggalan sejarah Minangkabau, disana kita dapat melihat secara langsung bagaimana konstruksi rumah gadang sesungguhnya, rumah gadang adalah rumah panggung yang memiliki atap bergonjong seperti tanduk kerbau, dan di halaman terdapat 4 jenis rankiang.

Nah bagaimana kaitan sejarah Minangkabau dengan rumah gadang ini?. Sejarahnya adalah Minangkabau terdiri dari 2 suku kata yaitu Minang = Menang, Kabau = Kerbau. Menurut sejarah Minangkabau yang beredar dan saya pelajari saat belajar mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau adalah bahwa dahulu terdapat pertarungan kerbau yang di  adu oleh datuak Parapatih nan Sabatang + Datuak Katumangguangan dengan kerbau yang berasalah dari daerah Jawa sana. Jadilah saat itu kedua datuak beradik kakak ini mencari kerbau kecil yang sedang menyusui, dan di pisahkan dari ibunya. Sedangkan kerbau dari Raja di Pulau Jawa tersebut membawa kerbau yang sangat besar. Kemudia datuak memberi kerbau kecil itu dengan tanduk yang bernama Minang, saat kerbau kecil itu melihat kerbau Besar, maka ia langsung menyerusuk dan menyusu ke kerbau besar itu, sehingga menanglah kerbau kecil ini dan daerah Minangkabau terpertahankan, begitulah asal ceritanya.

Nah bagaimana bentuk rumah gadang yang tertangkap kamera hp saya? yuk lihat foto-foto berikut:










Bagunan pada gambar berikut ini di sebut sebagai  Rangkiang, rangkiang berfungsi sebagai lumbung penyimpanan padi. Terdapat 4 jenis rangkiang, yaitu Rangkiang Si Tinjau Lauik, Rangkiang Kaciak, Rangkiang SI Bayau-bayau, dan Rangkiang Sitenggang Lapa. Fungsi dari masing-masing rangkiang dapat netizen tanya pada Mbah Google aja.



Di rumah gadang ini terdapat pakaian adat dan terdapat juga pakaian pernikahan adat Minangkabau bisa di pakai disana, namun saya tidak memakainya hehe.

Sekian cerita Annisa kali ini.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*





Puncak Lawang

Ah, negara kita ini, Indonesia sangatlah terlalu Indah, punya pulau yang banyak, alam yang indah, kayak sumber daya alam, dan kaya budaya. Sayang sekali kalau tidak di jelajahi. Ingin sekali saya dapat mennejelajah keseluruh pelosoknya. Walaupun saat ini saya baru hanya menjelajah 4 provinsi, Jakarta Sumbar, Pekanbaru dan Jawa Barat. Sehingga tak habis-habisnya saya menulis tentang wisata, bahkan sumbar saja tempat kelahiran saya belum semuanya terjelajahi.

Kali ini saya ingin memposting foto dari keindahan puncak lawang. Puncak lawang berada di daerah Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Puncak Lawang ini terkenal keindahannya, hanya saja lokasinya jauh dari pusat kota, membuat lokasi ini tak begitu ramai di kunjungi. Puncak lawang memiliki pepohonan pinus yang cukup rapat, dan ketinggian yang sangat tinggi sehingga sering kali terlihat berkabut. Di daerah Matur ini kita bisa melakukan olahraga ekstreem seperti Paralayang, disinilah surganya Paralayang di Sumatera Barat. Terbang bersama parasut, melihat danau Maninjau dari ketinggian, persawahan, ah sangat ingin sekali saya merasakan bisa mengalami sekali saja bisa terjun payung disini. 

Bagaimana sih keindahan puncak lawang yang tertangkap kamera saya, yuk lihat foto-foto berikut:






Harga tiket masuk ke puncak lawang ini perorangnya adalah 15.000/orang. Usahakan kesana pada hari yang cerah, karena sering kali kalau cuaca tidak bersahabat sangat berkabut sehingga sulit dapat foto yang bagus. Sekian cerita Annisa kali ini, jangan lupa-baca cerita yang lainnya ya.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*



Bintang Malam di Bukit Moko

5 Bulan yang lalu temanku Nci kedatangan teman bernama Rangga dari Jogja, niatnya si Rangga ini ingin berlibur ke Bandung. Jadilah waktu Nci, Nonik dan akupun ikut berangkat kesana dengan Motor. Aku belum pernah ke tempat ini waktu itu. Bukit Moko berada pada dataran tinggi di Lembang. Saat itu kami berempat berangkat pukul 7 setelah makan malam sambal lalap bersama di Dipati Ukur. Sebelum berangkat kami mempersiapkan semua peralatan mulai dari kaki, baju dingin 2 lapis, tongsis dan Jahe Panas untuk menghangatkan badan disana. Jadilah kita berangkat kesana, karena berangkatnya malam, kita hanya butuh bayar parkir kerndaraan dan mengisi bensin secukupnya. Tak ku duga, ternyata jalannya sungguhlah terjal mendaki, berbahaya dan jalannya rusak parah. Tapi keindahan pemandangan disana seakan menjanjikan, jadilah kami tetap berangkat walaupun sedikit nekat.

Ketika malam hari dari ketinggian, memangnya sangat indah karena lampu-lampu kota dari dataran rendah berkelap-kelip meramaikan suasana. Seperti apa bintang malam ala bukit Moko, yuk lihat foto-foto indah berikut.





Pengambilan foto menggunakan kamera hp ketika dalam keadaan kurang cahaya memang menyulitkan, berbeda dengan menggunakan kamera photografy. Haha, karena kita hanya punya kamera hp disarankan mengatur kamera nya dengan Modus Malam, atau pengaturan dalam keadaan sedikit cahaya. Tetapi jika hanyingin menonjolkan keberadaan bintang-bintang saja gunakan modus HDR. Saat itu saya, Nonik dan Nci menggunaka jenis hp yang berbeda. Saya menggunakan "Sam***g*, sedangkan Nci "As*s", Nonik "Op-o". Ternyata yang menghasilkan gambar paling bagus dalam kondisi gelap saat itu adalah kameranya Nci.

Pukul sudah menunjukan pukul 11Malam, karena sudah puas menikmati keindahan Moko, kita pun kembali ke kota Bandung. Ketika pulang, kami harus menurun sangat terjal, tiba-tiba motor yang digunakan Nonik remnya terasa agak nggak nyaman (alias hampir blong, entah benar apa enggak), karena takut, akhirnya Rangga yang makai motor itu. Sekitar hampir pukul 12 kitapun sampai di kosan masing-masing.

Saran jika kesana menggunakan motor, gunakan motor gigi, jangan matic. Trus disarankan rame bersama teman-teman, karena malam sepi, kalau terjadi apa-apa serem juga. 

Sekian liputan perjalanan Annisa kali ini.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

Resep membuat Roket

Sebenarnya saya tidak tahu kenapa namanya kue roket, alasannya juga tidak jelas, tetap orang2 di sekitar saya menyebutnya dengan roket. Yuk simak bagaimana resepnya.



Bahan:
ubi kayu 1 kg
Minyak goreng secukupnya
Bawang putih 3 siung
Daun Bawang  3 Batang
Cabe rawit 10 biji
Garam secukupnya

Langkah pengerjaan:
1. Ubi kayu di parut
2. Bawang putih diulek dengan garam secukupnya
3. Masukan bawang putih dan garam yang telah diulek ke dalam parutan
4. Daun bawang di potong-potong kecil2,
5.Masukan daun bawang ke dalam parutan
6. Cabe rawit diiris sehalus mungkin
7. Masukan cabe rawit yang dihaluskan
8. Aduk adonan hingga rata
9. Bentuk menjadi bulat atau sesuai selera'
10. Tuangkan minyak goreng ke dalam wajan
11. Ketika minyak sudah panas, masukan adukan yang sudah di cetak ke dalam minyak panas
12. Ketika sudah matang, angkat dan sajikan

Catatan: adonan bisa di variasikan sesuai selera


*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

Resep Membuat 1 kg Rendang Padang

Bahan:
Daging sapi 1 kg
Santan Cair dan kental 1 kg
Bawang putih 4 siung
Jahe secukupnya
Bawang putih 4 Siung
Bawang merah 1,5 ons
Ketumbar secukupnya
Cabe giling 1,5 ons
Buah Pala 1 biji
Lengkuas secukupnya
Daun jeruk 5 lembar
Daun kunyit 2 lembar
Batang serai 2 batang
Garam secukupnya

Langkah Pengerjaan:
1. Daging di bersihkan dengan air mengalir dan keringkan
2. Semua bahan diatas kecuali daging dan santan di haluskan
3. Masukan bumbu yang di haluskan ke dalam wajan
4. Masukan Santan
5. Nyalakan kompor dan panas santan besera bumbu
6. Aduk rata selama pemanasan agar cabe tidak menggumpal
7. Setelah santan telah mendidih, masukan daging
8. Aduk hingga santan mengering atau airnya hampir menguap semua

Catatan: Api kompor harus kecil, rekomendasi memasak menggunakan kayu bakar, bukan kompor gas. Proses hingga santan mengering memang sangat lama, mohon bersabar, ini ujian.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

Setetes Keindahan Surga yang Jatuh ke Ciwidey

Selama 4 tahun kuliah di bandung, baru tingkat 4 dapat mengunjungi daerah Ciwidey. Sebenarnya sudah lama ingin kesana tapi sayang tidak punya kendaraan dan tidak bisa mengendarai. Hingga suatu ketika partner kp ku nci mengajak kesana. 

Keinginanku untuk bisa mengunjungi daerah Ciwidey sebenarnya sudah sangat lama, sejak SD semenjak menonton film Heart yang diperankan Acha septriasa yang berlokasi di daerah kawah putih, situ patenggang, dan kebun teh Rancabali, aku sudah bercita-cita ingin ke Bandung dan melihat Ciwidey, saat itu aku pikir akan sulit tercapai. Namun tanpa di duga, justru aku di terima kuliah di Bandung, sayang sekali kalau aku tidak menyrmpatkan diri mengunjungi Ciwidey.

Aku begitu senang ketika keinginan itu terkabul, Ciwidey memanglah seindah yang aku bayangkan. Berada di dataran tinggi yang dingin dan udara yang sejuk, mungkin itulah tetesan keindahan surga yang jatuh ke bumi. Dan aku begitu senang mengabadikan tetesan surga itu dalam kamera hp ku, agar aku berbagi berbagi keindahan tersebut di postingan ini.







Para Petualang Ciwidey


Indah sekali bukan? tapi jujur saja aku belum puas mengunjunginya, sayang sekali belum semua destinasi wisata disana aku kunjungi, seperti ranca upas, dan situ patenggang,trus sekarang juga ada yang terbaru yang kayak kapal itu, lupa namanya apa.


*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

Kamis, 22 Juni 2017

HUJAN



satu persatu rintik hujan mulai jatuh ke bumi...
bergerak kencang hingga mengguyur kota hujan....
aku kembali mengintip derai hujan di balik jendela...
dan memaafkan setiap brisik gemuruhnya

hujanpun turun semakin deras...
membasahi teras teras rumah di gang sempit itu...
aku hanya memperhatikan rintiknya jatuh menari nari,
lalu riang berlari menuju selokan...

air pun menggenang di jalanan... 
seperti layaknya kenangan yang bermunculan...
kenangan lama yang hadir di setiap hujan...
menggenang juga di dalam ingatan...

sore itu hujan masih jatuh mengguyur ke bumi...
rintiknya mamantulkan diri di punggung jalan...
membawa hanyut deru setiap kenangan yang berlalu...

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

KERJA PRAKTEK SAMBIL BERLIBUR

Salah satu fase yang harus dilalui sebagai mahasiswi teknik sipil ITB adalah kerja Praktek. 6 bulan lamanya saya mencari lokasi kerja praktek, namun sulit di dapatkan karena saya tidak memiliki kenalan, dan sedang di masa perkuliahan, suatu ketika ayah membantu saya mencarinya, dan mendapatkan tempat kerja praktek di salah satu kontraktor bumn yang menangani proyek sebuah hotel di Batusangkar, artinya saya bisa pulang kampung sekaligus berlibur. Saya pun membawa seorang teman sejurusan yang menjadi partner kp saya ke Batusangkar, dan dia sangat bahagia bisa merasakan kp disini yaitu di Batusangkar. Seperti apa sih negeri Batusangkar ini mari kita simak liputannya.





Saat itu saya merasakan ada nafas baru dalam hidup saya, banyak inspirasi, banyak ide yang berkeliaran, banyak kedamaian... Hari-hari dimana saya betul-betul menikmati hidup, jauh dari hiruk pikuk keramaian, bising dan suara gaduh. Meskipun saya harus menjalani masa kerja praktek selama sebulan tapi sungguhlah saya merasa tidak sedikitpun terbebani dan sangat menikmati semua proses berjalan. Sepulang dari tempat kerja praktek biasanya saya bersama denganpartner kp saya hunting perbukaan di pasar Papan atau di dekat kos banyak sekali makanan enak dan murah sekaligus sehat. haha. Selain itu suasana yang nyaman, rekan2, ataupun karyawan di tempat kp kami yang ramah dan bersahabat, walau sesekali ngebully, membuat suasana kerja praktek tidaklah membosankan.



Saya bertemu teman baru dan orang-orang yang menyenangkan





Desa yang Indah, sejuk, dan kaya peninggalan sejarah.


*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*

Kau yang disana, di titik yang berbeda

Kau yang disana, di titik yang berbeda
aku terdiam di tepian
menyadari bahwa jarak itu ada

Kau yang disana, di titik yang berbeda
walau kita berada di waktu yang sama,
aku melihat di sana perlahan kau makin mengabur hingga menjadi titik kecil,
 apakah kau yang bergerak maju,
atau aku yang bergerak mundur

Hai kau yang disana, di titik yang berbeda
Aku tenggelam oleh bahasa sunyi,
 hanya terdengar gaduhnya  riak gelombang,
melihat titik jauh yang semakin menghilang

Kau yang disana, di titik yang berbeda,
aku  tak tahu  lagi bagaimana kabarnya,
 hanya ada pesan angin yang tidak tahu maknanya

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*


Tips menemukan inspirasi menulis

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan sebetulnya. Namun kenyataannya masih banyak orang yang tidak mau menulis. Menulis menjadi tidak menyenangkan apabila yang di tulis tidaklah menyenangkan seperti tugas akhir atau laporan praktikum. Tetapi menulis kadang jadi menyenangkan apabila yang di tulis menyenangkan. Apa sih yang menyenangkan itu? Salah satunya adalah hobi. Menulis sama saja halnya bercerita, sometimes kita sangat senang menceritakan hal kesukaan atau hobi kita kepada orang lain seperti saya yang suka dengan pemandangan dan foto, maka itulah yang senang saya tulis. Hanya saja terkadang orang sulit menuliskan apa yang hal menarik dari pandangan mereka itu. Berikut adalah tips untuk menulis yang saya sarankan.


Terkadang inspirasi menulis muncul di saat kita tidak sedang ready di depan komputer, atau buku tulis, kadang2 muncul di saat lagi memasak atau menyetrika, maka sulit tentunya meninggalkan pekerjaan yang sedang di kerjakan. Maka agar inspirasi atau ide itu tidak hilang, tuliskan saja pada catatan kecil atau sticky note, apa kerangka tulisan berupa 2 kata atau judul yang akan ditulis, jika di lain waktu memiliki waktu luang maka kembangkan kerangka tulisan yang sudah di buat itu.

Kadang kadang juga kita sudah ready untuk menulis tapi tidak dapat ide, maka cobalah menonton video yg memberikan inspirasi menulis , membaca, atau melihat foto foto lama. Biasanya kegiatan seperti itu akan memancing kita untuk menulis.

Sekian postingan dari saya kali ini.


*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*
di akhir tulisan.


KULIAH LAPANGAN LRT JAKARTA

Akhir-akhirnya Indonesia sedangan gencar-gencarnya  membangun infrastruktur masal. Salah satunya LRT di Jakarta. Apa sih LRT itu? LRT adalah Light Rail Transit, moda transportasi berbasis Rel. Sekarang LRT di Indonesia masih dalam tahap konstruksi, di bangun dengan jalur elevated atap seperti jalan layang, yang berada sekitar 20 m dari permukaan tanah. LRT, merupakan salah satu transportasi massalyang di bangun pemerintah untuk mengurasi masalah kemacetan di daerah JABODEBEK yang semakin hari semakin parah. Dengan pemerintah mendorong masyarakat mau menggunakan transportasi umum yang cepat, efisien, dan mengurangi macet. 

Kayak apa sih konstruksi LRT yang sedang di bangun?
 Coba lihat hasil perjalan kuliah lapanganku ke Adhi Karya Kontraktor dan ke lapangan juga,


Itu adalah foto saat saya sedang bertanya mengenai metode pelaksanaan LRT.



Sedikit penjelasan mengenai LRT, pembangunan LRT itu di laksanakan oleh beberapa kontraktor salah satunya kontraktor Adhi Karya. Struktur dari Jalur LRT ini terbuat dari beton bertulang dan beton prategang. Salah satu elemn struktur yang menggunakan beton bertulang adalah balok girder yang berbentuk box. Apa bedanya beton prategang dengan beton bertulang biasa? Balok prategang adalah balok yang pada proses konstruksinya di berikan tegangan awal sebelum beban bekerja. Beton prategang sendiri terdiri 2 jenis juga, yaitu prategang post tension dan pre tension. Pada konstruksi LRT ini kalau ga salah prategangnya secara post tension.

Mungkin itu aja postingan kali ini.
*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*





 

KEINDAHAN RAWA MATI ALA KOREA DI KOTA PARIAMAN

Kalau postingan sebelumnya membahas tentang keindahan dari kota kelahiran saya, nah ini saya akan mengajak para netizen untuk melihat keindahan kota tempat saya menikmati masa remaja, yaitu kota Pariaman. Pariaman adalah kota yang berjarak sekitar 60 km dari kota Padang, Pariaman selain terkenal dengan tradisi  pernikahannya, tetapi kota dengan makanan khas sala lauak ini juga indah pesisir pantainya.

2 Tahun belakangan ini, Pariaman sedang gegernya banyak dikunjungi karena spot cantik dan Instagramable yang tak segaja muncul ke permukaan, yaitu rawa mati. Rawa mati ini berada di daerah Manggung tepatnya berada di belakang kantor DPRD kota Pariaman. Nah para netizen pasti penasaran kan dengan spot cantik yang instagramable itu? yuk lihat foto saya berikut.



 Sebenarnya saat itu saya terbilang kurang beruntung menemui spot cantik ini karena hutam matinya tidak lagi berwarna merah seperti di Korea tapi yasudah tak apalah. Sedikit informasi, sebenarnya tempat ini dahulunya di tanami dengan bakau untuk mencegah abrasi. Namun semakin lama, pasangnya semakin besar, dan meredam bagian cekungan danau, sehingga pohon bakau tersebut mati, begitulah kisahnya.

Kali ini saya menemukan blind spot saat sunset disini, inilah dia.


Nah itulah blind spot yang saya temukan di sana, namun sayang ya hasil kamera hp saya tidaklah begitu bagus. Tak apa, yang penting dapat menemukan momen yang indah, nanti kalau udah ada uang baru deh beli kamera.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*








MELIHAT SUNSET DI PANTAI PADANG

Kali ini sayaningin kembali menulis tentang sebuah cerita wisata dari tempat kelahiran saya yaitu kota Padang. Jika kita mau ke Padang, apa sih destinasi wisata yang dapat kita kunjungi? Kota Padang berada di pesisir pantai, daataran rendah, ya otomatis adalah daerah pantailah yang bisa kita kunjungi. Contohnya adalah pantai Air Manis, Pantai Puruih, Jembatan Siti Nurbaya, dan lain-lain.

Pada postingan kali ini saya akan menceritakan tentang Pantai Padang. Pantai Padang Padang berada  7 km dari rumahku, dan sangat dekat dari pusat kota. Jika anda turun dari Bandara International Minangkabau, ya sekitar 30 menit dari sana, akan ada banyak abang-abang travel yang siap mengantar.

Mau tau bagaimana wajah pantai padang dalam jepretan kamera HP saya? yuk teruskan melihat postingan ini.



Photo diatas  tepat diambil oleh ayah saya pada 22 Juni 2017 kemarin. Sebenarnya lokasi tempat saya berfoto ini merupakan sebuah blind spot, yang orang nggak banyak tahu dan bahkan ga rame, jadilah saya ingin berfoto disana, karena merasa disitu ada spot cantik. Berawal kemaren itu saya ga ada rencana untuk kemana-mana, tiba-tiba ayah mengajak saya untuk menemaninya ke Pasar Raya membeli helm. Setelah balik dari sanalah saya ke Pantai, dan kalau dari Pasar Raya, spot ini masih berada di daerah hulu perjalanan, jadi para netizen yang penasaran, silahkan mencoba hehe. Pengen hasilnya secantik gambar diatas, pastikan dulu langit sedang cerah.

Namun bagaimana jika kondisinya sunset, nah kalau sunset tentu akan sangat indah sekali. Terutama apabila kita mendapatkan blind spot yang kece kembali. Biar netizen mendapatkan inspirasi, tetap pantengin hasil postingan saya berikut ini.








 Untuk informasi aja buat para netizen, Pe,erintah Kota Padang lagi gencar-gencarnya nih, memperindah pantai dengan membangun banyak taman sekitar pinggir pantai. Nah mungkin itu saja dulu postingan saya tentang Pantai Padang, jangan lupa baca postingan lain nya ya.

*#RamadhanInspiratif*
*#Challenge*
*#Aksara*