Jumat, 10 Februari 2017

Stone Garden si Cappadocia ala Indonesia

Senin 6 Februari ...
Orang bilang Februari adalah bulan yang romantis, yang katanya terdapat hari kasih sayang... Saya pikir tak begitu, Februari adalah bulan di mana Bandung seringkali di dera hujan di pagi hari, hampir setiap hari langit meneteskan air mata membangunkanku dari tidur. Daripada galau mikirin hujan di Februari, mending kita bahas salah satu wisata menarik yang ada di Bandung.

Salah satu destinasi wisata yang bagus di Bandung adalah Stone Garden, berada di Padalarang, sekitar lebih 30 km dari kota bandung. Stone Garden salah satu objek wisata yang dapat di tempuh dengan biaya minim. Yaitu dengan insert masuk cukup Rp. 5.000,- , kita sudah bisa menikmati indahnya Cappapodia ala Indonesia. Meskipun di bilang cukup jauh, perjalanan menuju tempat ini dapat di tempuh dengan kendaraan umum. Pada senin kemaren, untuk ke tempat ini aku bersama temanku pukul 6.20 pagi sudah berangkat dari Dago menuju stasiun Bandung dengan menaiki angkot cisitu, kemudian memesan tiket kereta keberangkatan menuju Padalarang, dengan biaya 4000. pukul 8.15 sampai di stasiun Padalarang. Kemudian kita langsung menuju angkot tujuan Stone Garden yang berwarna kuning, ongkos sekitar 4000 atau 5000 saja.
Pukul 8.45 akhirnya sampai di jalan menuju Stone Garden, untuk kesini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, saya kembali melnjutkan perjalanan yang medannya menanjak dan jalannya cukup sepi, namun karena pemandangannya bagus, rasanya letih di kaki belum terasa saat itu.

Sesampainya di lokasi, saya merasa tempat ini sangat bagus melebihi ekspektasi saya pada saat melihat foto. Ya mungkin hanya terlihat batu-batu dan gunung, sawah, tapi sangat nature, dan saya sangat suka. Apalagi saat kesitu didukung cuaca yang lagi bagus bagusnya tidak hujan, dan tidak panas. Daripada saya menjelaskan dengan kata-kata, yuk lihat saja pada foto yang ambil di lokasi.






Dan tak lupa sempat mengabadikan momen 2 bromance yang tak di kenal


Ketika hendak pulang sempat hujan sebentar, tanah perbukitan sini berjenis lempung, memiliki kohesi yang tinggi tentunya berbahaya saat terkena air yaitu licin... 

Untuk berwisata kesini disarankan membawa makanan, minuman dan peralatan lainnya seperti payung dll, karena cuaca disini dapat di katakan tak menentu.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar