Sabtu, 15 April 2017

Lupakan TA sejenak dan Lihatlah Keindahan Alam Pangalengan


Halo selamat pagi, udah lama banget nggak nge blog, tapi kali ini aku ingin bercerita lagi tentang salah satu tempat yang indah di Jawa Barat, yaitu Pangalengan, 2 jam dari kota Bandung jika tidak macet. Pada trip kali ini di biayai sepenuhnya oleh beasiswa, tapi sayang kuotanya terbatas. Agak sedikit kecewa, teman-teman akrabku yang bisa ku jadikan teman yang suka jeprat-jepret ngambil pemandangan bagus juga ga ada, kayak Nonik yang ternyata ga bisa ikut karna datangnya telat.

Setelah sampai di Pangalengan bus berhenti di depan sebuah danau "Situ Cileunca", danaunya bagus banget. 



Suasana danau nya tenang, bisa nenangin pikiran dari hiruk pikuknya TA. Setelah sempat menikmati udara segar dan menikmati keindahan situ cileunca, kami pun harus melakukan olahraga sejenak di pinggir danau. Usai itu kami bersegara di briefing mengenai keselamatan melakukan arung jeram dan memakai pelampung seaman mungkin, setelah itu selesai kami bergerak pinggir danau untuk bersiap-siap menaiki perahu. Tapi sayang aku ragu untuk membawa hp padahal bisa di kantongin dengan plastik harusnya. Pertama-tama kami mendayung menyebrangi danau hingga ke menepi ke pinggir jalan untuk menyebrang dan sampailah akhirnya dekat sungai Panggalengan. Aduh pemandangannya sangat sangat indah, sayang aku tak bawa kamera. Andai mata ini bisa menjepret dengan sendirinya mungkin aku membawafoto sebanyak mungkin.








Ini adalah untuk ke dua kalinya saya mengikuti olahraga rafting. Menarik sekali bukan? saat melewati jeram kadang kita terpacu untuk berteriak, sangat menyenangkan sekali, serasa semua beban hati dan pikiran dilepaskan lewat teriakan itu. Entah rasa serunya tidak dapat saya tuliskan dengan kata-kata. Suatu hari nanti saya ingin lagi mencoba. 1 hal lagi yang ingin saya coba yaitu terjun payung, tapi saya pengen beli perlengkapan kamera dulu seperti go pro dan kamera lainnya yang bisa mendukung fotografi, sayang saya masih mahasiswa belum berpenghasilan, jadi belum bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersier seperti itu.

Rafting saat itu menyebari sungai sejauh 4,5 atau 5 km, saking seru dan menikmati nya semua terasa sebentar sekali. Di sepanjang sungai, kita bisa memandang sekeliling sungai di tumbuhi pohon-pohon yang rimbun, saya juga tak tahu jenis pohonnya apa, terasa seragam. Setelah menmpuh pejalanan 2 km, di situ ada sebuah pondok dari bambuu dan ada orang yang berjualan, kalau di jepret ini bagus banget.

Setelah melewati 4,5 km, pun naik ke atas mobil yang baknya terbuka, untuk kembali ke lokasi awal yaitu situ cileunca, sepanjang jalan melewati indahnya kebun teh, aduhai damainya hari itu. Aku tak dapat menjepret apa-apa, karena tak membawa kamera, tapi aku menikati keindahan itu, dan menghirup nafas dalam-dalam, aku bersyukur hari itu mendapatkan kesempatan ini, aku serasa menghirup nafas baru.


Usai rafting, hujan ternyata turun begitu  lebat, gunung yang biru pun berkabut dan tak terlihat lagi, aku segera mandi, mengganti pakaian, dan makan siang. Dingginnya hujan dan angin yang begitu kencang terasa dingin menusuk tulang, ku kenakan jaketku. Tapi aku senang sekali mendengar suara hujan, suara yang memberikan stress relief bagiku, ternyata benar suara alam itu memiliki gelombang teta yang efeknya memberikan ketenangan. Aku ingin berfoto bersama hujan dan danau, tapi sayang wajahku tak terlihat, satu satunya pose andalan ku saat backlight adalah menyamping, tak apa gelap, yang penting relief mukaku terlihat.



Hujan pun reda, aku bermain ke pinggir danau, ada perahu berwarna orange muda menarik perhatianku. Karna aku terlihat begitu sibuk mengambil foto disana. Aa' yang menjadi pemandu arung jeram tiba tiba menawarkan untuk memotoku, ya aku pun mau soalnya teman-temanku yang ku ajak tidak ada yg mau kesini.Andai ada nci ya, udah deh tu, kemana pun aku minta potoin pasti dia mau motoin. Sayang sekali parnert jalan-jalan ku nci ga ikut, sedih bgt.





Setelah lelah bermain-main di pinggir danau, aku pun mencoba bergabung bermain panahan, sejujurnya ini pertama kalinya aku bermain panahan. Tetapi aku sering memperhatikan cara-cara main panahan di tv, ternyata tak se simple saat di tonton ya, menarik senarnya butuh tenaga dan juga mata harus tetap fokus. Ternyata ada 1 buah fotoku yang di ambil secara closed up oleh photograper, dan ternyata lumayan bagus hehe.


Jam pun sudah menunjukan pukul 15.30, kami pun bersiap-siap akan kembali ke Bandung, tapi entah mengapa kebetulan saya disuruh untuk memberikan sepatah kata tentang apa saja pelajaran yang dapat saya ambil hari itu dan ternyata setelah acara selesai saya mendapat doorprize dg sebuah goodie bag berwarna merah dengan banyak snack di dalamnya, seperti "oreo", "recheese 1 pak", 1 pak "permen mint", dan "1 pak wafer yang merknya saya lupa". Haha lumayan buat ngemil saat ngerjain TA. Senang sekali rasanya hari itu. Mungkin itu saja cerita saya hari ini  terima kasih sudah bersedia membaca cerita sederhana ini.