Sabtu, 08 Juli 2017

Pertemanan nyata vs pertemanan maya

Pertemanan nyata, maksudnya adalah pertemanan yang kita hadapi di dunia nyata, kita berinteraksi langsung dengan orang lain, kita berbicara dan mendengar langsung apa yg mereka sampaikan, kita bisa melihat mimik wajah, gestur tubuh, mendengar nada suara dan kondisi sekitar mereka yang sedang berbicara.

Pertemanan maya, pertemanan yang terjadi akibat perkenalan di dunia maya misal melalui sosial media. Untuk mendapatkan teman di dunia maya sangatlah mudah hanya dengan sentuhan jari pada keyboard atau hp. Meskipun kita bisa mendengar langsung, melihat gestur langsung dari teman maya, namun tetap saya peetemanan di layar hp dan nyata akan sangat berbeda dampaknya.

Ketika kita tidak suka dengab pertemanan maya kita bisa saja memblok, menghapus pertemanan, dan lupakan. Tetapi lain dengan pertemanan nyata, ini sangatlah sulit, suka tidak suka, tidak bisa di blok begitu saja, mungkin bisa kita hentikan komunikasi atau urusan, tapi jujur saja ini akan membuat ada rasa tidak enak, bermusuhan, itu tidak akan enak bagi pihak manapun, ya begitulah. Makanya kita terkadang harus berhati hati dalam bercanda, berhati hati dalam bertanya, berhati hati dalam menggunakan lidah, lidah ini sangatlah tajam, sangatlah sulit mengontrolnya. Karena sasarannya adalah melukai hati dan perasaan orang lain. Begitupun kita, kita jugalah harus santun dan paham bahwa janganlah terlalu berlebihan menanggapi perkataan orang lain, tidak semua hal yang tidak enak di dengar itu maksudnya buruk, sering kali suatu maksud perkataan menjadi buruk karena cara penyampaiannya buruk. Menjadi pelajaran bagi kita agar berhati hatu dan memilih kata2 dan cara yang tepat untuk menyampaikan maksud kepada orang lain.

Hal yang mampu memnjaga hubungan dengan orang lain selain menahan lidah baik pada pertemanan maya maupun nyata adalah sabar. Banyak orang yang rusak hubungannya dengan orang lain akibat tidak adanya rasa sabar. Kadang memang sering terjadi hal yang menjengkelkan seperti berjanji datang terlambat, tidak cepat memberi kabar, tiba tiba naik darah. Tapi rasa jengkel dan kesal itu hanyalah emosi sesaat, tahanlah, ucapkan istighfar, kejadian kejadian terjadi adalah atas izin Allah. Contohnya mereka terlambat ketika berjanji, ya itu atas izin Allah. Disini bukan bermaksud mengatakan bahwa Allahlah yang salah, tetapi sama sama kita ketahui, Allah maha berkehendak, maha mengetahui, maka tidak ada daya dan upaya kita melawan ketentuan dan kehendak Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar