Saturday, 8 July 2017

Sebagai Makhluk Sosial

Manusia di ciptakan bukan hanya sebagai makhluk individual tetapi juga makhluk sosial, karena manusia akan membutuhkan manusia yang lainnya. Kemampuan setiap orang menjalani kehidupan sosial dan kehidupan pribadinya akan berbeda beda. Berbeda lingkungan yang membentuk, berbeda pula kharakternya. Ada manusia yang cepat dewasa ada pula yang tidak. Perbedaan itu akan tetap rukun apabila ada pihak yang saling mengimbangi. Misalnya dua org sahabat akan tetap terus bisa bersahabat apabila 2 orang itu saling mengimbangi. A dan B bersahabat, A egois, B mengerti dengan ke egoisan A. Maka 2 orang ini akan tetap utuh, tapi B punya batas kesabaran, B sesekali menyadarkan A bahwa ia terlalu egois, cobalah menekan ego. A akan merenungkan perbuatannya, dan merubah sikap.

Ayah selalu bercerita bagaimana harus menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menekan egoisme kita. Ya ayah benar, aku ingin menjaga hubungan sosial yang baik dengan orang lain, aku akan berusaha menekan egoku. Ya Allah ampunilah hamba yang mungkin sering menyakiti perasaan orang lain, atau pernah memutus tali silahturahmi dengan orang lain. Mungkin hamba belum dewasa menghadapi permasalahan hidup, mungkin hamba harus banyak belajar. Ya Allah bukakanlah hati orang lain untuk memaafkan hamba, hamba tidak ingin ada kesalahpahaman, kebencian, dan ketidakrelaan orang lain terhadap hamba. Selama ini hamba banyak salah ya Allah.

No comments:

Post a Comment